Bumi yang hanya tinggal satu ditempati manusia ini sebenarnya banyak memberi pesan dan peringatan yang jelas, walaupun banyak ilmuwan Barat menyatakan bahwa ada ribuan bumi-bumi yang lain mirip dengan kondisi bumi, tetapi begitulah seperti berita infotainment selebriti, realitas info yang lain tidak pernah disampaikan ke publik, bahwa peradaban manusia itu barulah muncul 20.000 tahun lalu sementara jarak perjalanan ke bumi-bumi yang lain itu 10 juta - 100 juta tahun cahaya yang tidak mungkin terjangkau dalam ukuran teknologi. Selebriti ilmuwan selalu bicara "Siapa tahu dan siapa tahu", demikian juga tentang cadangan minyak bumi, padahal kenyataannya harga minyak bumi dunia akan terus meroket seiring dengan habisnya cadangan minyak bumi.
Pola peradaban manusia terhadap produksi juta-an mungkin milyaran mesin-mesin motor bahan bakar minyak, yakni mesin Otto dan mesin Diesel akan segera berubah, karena BBM nya sudah menjadi mahal dan tidak ekonomis menggerakkan peradaban tekno-ekonomi manusia milenium. Ini hukum seleksi alam yang jelas. Kalau ada negara seperti Indonesia dengan penduduk 240 juta terus melindungi produksi industri ATPM mobil-mobil berbahan bakar minyak subsidi, sebenarnya negara ini sedang menuju bunuh diri atau memang kondisinya sengaja dibuat negara ini auto-pilot sehingga memang mudah dijajah oleh negara asing.
Kenapa menggelontorkan subsidi BBM Rp 1000 Trilyun sia-sia, kenapa tidak memulai penghematan sumber daya alam dan mengurangi polusi. Padahal cukup Rp 135 Trilyun untuk membangun jaringan 1000 km MRT kereta api bawah tanah untuk kota Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Makasar. Kenapa dan kenapa, ada apa sebenarnya, yahh itulah Indonesia.

No comments:
Post a Comment