Kenapa Amir tidak mau naik ANGKOT dari rumahnya di Tambun Bekasi Timur menuju terminal Bekasi atau stasiun kereta api Bekasi. Kenapa Johan tidak juga mau naik ANGKOT dari rumahnya di Serpong menuju stasiun kereta api Rawa Buntu. Semua orang tahu kalau ANGKOT atau MIKROLET itu suka NGETEM, padahal Amir dan Johan harus segera sampai ke kantor masing-masing di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, sehingga Amir/Johan lebih memilih naik motor sebagai grup biker ibukota yang tumpah ruah memenuhi santereo Jabotabek, jika 5 tahun kelak karir mereka naik maka mereka akan segera membeli mobil secara kredit. Kenapa armada PPD hanya menjangkau antar terminal Bekasi, terminal Depok padahal konsentrasi para pekerja commuter Jabotabek ada di perumahan besar seperti BSD, Bintaro, Ciledug, Sawangan, Tambun, bahkan Karawang. Kenapa armada PPD tidak dikembangkan menjangkau kawasan perumahan yang terkonsentrasi, agar ada pilihan memakai min-bus commuter, kenapa malah armada PPD semakin mati perlahan-lahan. Kalau terus menerus masalah angkutan Jabotabek dibelenggu oleh OTDA ( mungkin disebut Otak Dangkal ), maka hasilnya ya seperti saat ini, bahwa kondisi angkutan Jabotabek saat ini sama seperti Singapura tahun 1970-an.
Studi-studi angkutan massal yang dikeluarkan oleh dept perhubungan itu seperti sudah tidak ada maknanya ketika jumlah kendaraan pribadi Jabotabek sudah melampaui kapasitas jalan, ketika kemacetan parah sudah tidak memberikan peluang bagi angkutan umum seperti PPD, Metromini,Kopaja untuk dapat hidup dan dipilih oleh konsumen sebagai pilihan utama angkutan umum. Ketika pemerintah lepas tangan dan lari dari tanggung jawabnya atas pelayanan publik dengan alasan tidak ada dana untuk memberikan subsidi, lantas kenapa subsidi BBM sebesar Rp 900 Trilyun mudah digelontorkan.
Lihat para pebisnis bus metromini seperti apa, pemiliknya mempunyai 3-10 mobil, bus usia 25 tahun masih tetap beroperasi tidak peduli bentuknya seperti rongsokan berjalan. Pemiliknya cukup mampu dan kaya, tetapi nasib para sopir metromini itu seperti dikejar bayangan setan yang mencambuknya setiap hari agar kejar setoran dan kejar setoran.

No comments:
Post a Comment